Pelabelan isotop
Ketika peptida menjadi semakin luas dan mendalam digunakan dalam bidang biomedis, permintaan akan peptida berlabel dan termodifikasi semakin meningkat, dan persyaratan kualitas juga semakin tinggi. Pelabelan isotop stabil adalah salah satu contohnya. Pelacakan pelabelan isotop yang stabil dapat mewujudkan studi jalur metabolisme peptida, dan dapat melacak perubahan posisi dan kuantitas peptida berlabel isotop secara in vivo atau in vitro kapan saja. Pelabelan isotop memiliki keunggulan sensitivitas tinggi, penentuan posisi yang sederhana, dan kuantifikasi yang akurat, menjadikan modifikasi isotop semakin populer di bidang kedokteran dan biokimia.
Klasifikasi peptida isotop stabil:
- Peptida isotop berlabel N15
- C13 berlabel peptida isotop
- N15, C13 Peptida isotop berlabel ganda
Perbedaan antara polipeptida berlabel isotop dan peptida biasa terletak pada jumlah asam amino dalam satu atau beberapa asam amino dalam strukturnya. Ganti C quilt C13 atau ganti N quilt N15.

Keuntungan pelabelan isotop:
- Sensitivitas tinggi
- Metode sederhana
- Penentuan posisi dan kuantifikasi yang akurat
- Memenuhi kondisi fisiologis
Keuntungan perusahaan:
Gunakan asam amino Fmoc bertanda N15, C13 berkualitas tinggi Arg, Val, Leu, dan bahan mentah lainnya, menggunakan proses sintesis fase-Fmoc Solid untuk mensintesis peptida isotop stabil. gunakan HPLC Produk telah dimurnikan. Produk akhir memberikan analisis spektrum massa dan kemurnian yang sesuai. Kromatogram HPLC, dan COA.
Kasing sintetis (contoh):
1. IVNNDFNFNDVNFR (13C6,15N4)
2. LTVAGESFTVK (13C6,15N2)
3. Ac-[Ile(13C)]-Tyr-Gly-Glu-Phe-NH2